Bagian yang Terbaik
Bagian yang Terbaik
Lukas 10:38–42
Pendahuluan
Kapan terakhir kali Anda duduk-duduk santai, tanpa merasa bersalah?
Melbourne (Merintis gereja)
Delapan tahun yang lalu,
saya pindah bersama keluarga saya dari Sydney ke Melbourne
untuk merintis gereja.
Karena saya tidak kenal banyak orang (ini bukan strategi yang baik untuk merintis)
saya mengundang orang ke rumah.
Orang yang belum kenal,
untuk makan bersama keluarga di rumah.
Kadang sampai beberapa hari dalam seminggu.
Istri saya (seorang guru sekolah kindergarten) dengan sabar
menjalani usaha perintisan gereja bersama saya.
Namun, masalahnya…
Saya tidak pernah bertanya kepada dia (ttg mengundang orang ke rumah)
Sekali pun tidak.
Saya tidak rundingan dulu dengannya.
Saya punya sebuah prinsip hidup.
Dan menurut saya, itu adalah prinsip yang baik:
Hidup ini adalah untuk Tuhan.
Dan jika kita ingin melakukan pekerjaan Tuhan, kita harus bayar harga.
Dan tanpa saya sadari,
prinsip itu telah saya pakai untuk membebani orang yang paling saya kasihi.
Lalu kerenggangan mulai terjadi dalam hubungan kami berdua karena pelayanan,
tahukah Anda apa yang ada di pikirkan saya pada waktu itu?
“Kenapa sih dia tidak bisa lebih “supportive” dalam pelayanan ini?”
Padahal, yang saya sedang mengorbankan istri saya demi kepentingan saya.
Waktu itu, saya pikir yang saya lakukan adalah demi kepentingan Tuhan.
Maria dan Marta
Pagi ini, mari kita lihat sebuah kisah yang terkenal tentang dua orang saudara.
Lukas 10:38–42
' Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: ”Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: ”Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”'
Coba perhatikan apa yang sedang terjadi di sini.
Seorang perempuan yang bernama Marta membuka rumahnya bagi Yesus.
Dia memasak untuk Yesus.
Dia melayani Yesus.
Sedangkan saudaranya, Maria, tidak melakukan apa-apa.
Dia hanya duduk diam dengan santai.
Dia mendengarkan perkataan Yesus.
Tidak membantu Marta di dapur sama sekali.
Jadi Marta melakukan apa yang dia anggap “fair” (wajar).
Dia berkata kepada Yesus:
“Tuhan, tidakkah Engkau peduli? Suruhlah dia membantu aku.”
Tetapi anehnya Yesus justru berpihak kepada Maria.
Yesus berkata: “Maria telah memilih bagian yang terbaik.”
Bagaimana mungkin?
Mengapa Yesus berpihak kepada Maria.
Bagi Anda yang sangat gesit, selalu saja sibuk mengerjakan sesuatu (orang seperti saya maksudnya), perkataan Yesus itu akan terasa menusuk.
Kenapa bisa?
Karena pada dasarnya Anda sama seperti Marta.
Saya tahu, karena saya sendiri juga seperti Marta.
Coba baca ayat 40 sekali lagi.
Marta berkata kepada Yesus: “Suruhlah dia membantu aku.”
Bukankah ini yang saya ucapkan tentang istri saya?
Ketika hati kita mulai gelisah (atau jengkel) melihat orang lain duduk diam, tidak sibuk seperti kita…
Tahukah sebenarnya Anda sedang mengucapkan ayat 40 seperti Marta: “Suruhlah dia membantu aku.”
Sebagian dari Anda mungkin sudah lelah,
karena Anda sudah mengerjakan banyak hal dan juga sudah banyak berkorban.
Namun, sebagian dari Anda justru bangga,
karena Anda sudah melakukan begitu banyak.
Dua macam makanan
Di dalam kisah ini, terdapat dua jenis makanan.
Makanan #1
disiapkan oleh Marta.
Makanan #2
diterima oleh Maria.
Untuk menghidangkan makanan (seperti Marta) Anda perlu melakukan beberapa hal:
● Mencatat bahan-bahan yang akan dihidangkan
● Pergi belanja.
● Lalu memasaknya sepanjang hari.
Baru, lalu Anda dapat menghidangkannya di atas meja.
Untuk apa?
Supaya hidangan itu lalu diambil dan dimakan.
Memang itulah gunanya hidangan.
Suatu hidangan itu berhasil hanya kalau hidangan itu dimakan.
Hidangan memang dibuat untuk dimakan.
Artinya hidangan itu baik.
Tetapi masalahnya adalah jika
Anda memerlukan hidangan itu untuk membentuk jati diri Anda.
Artinya,
Anda sedang membangun hidup dan jati diri Anda
di atas sesuatu yang memang dirancang untuk diambil dari Anda (seperti hidangan tadi).
Coba dengar apa yang Yesus katakan tentang milik Maria:
“Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Lukas 10:42)
Yang Maria pilih bukan hidangan (atau kesibukan) yang bisa diambil darinya.
Tetapi ia memilih “bagian” yang tidak akan diambil darinya.
Maria memilih satu-satunya yang ada di rumah itu yang tidak bisa diambil oleh siapa pun.
Namun kenyataannya adalah:
Seperti Marta, banyak dari kita yang sibuk di dapur.
Maksud saya,
sibuk dalam membangun karier, bisnis, reputasi, bahkan gereja…
Jadi inilah pertanyaan yang harus saya ajukan kepada kita semua:
Kenapa Anda tidak bisa duduk diam?
Perhatikan,
Bukan “kenapa Anda tidak mau…”
Tetapi, kenapa Anda tidak bisa?
Lukas memberikan tiga jawaban.
Jawabanya ada di dalam satu rumah.
1. Dapur (tempat Anda berusaha mendapatkannya)
2. Kursi (tempat Anda berusaha melarikan diri)
3. Meja (tempat semuanya diberikan kepada Anda)
Mari kita lihat satu per satu.
1. Dapur
Pertanyaannya: Kenapa Anda tidak bisa duduk diam?
Ayat 40 berkata:
“...Marta sibuk sekali melayani.” (Lukas 10:40)
Sibuk sekali.
Bukan hanya sibuk.
Kata aslinya dalam bahasa Yunani memiliki arti yang lebih tajam daripada itu.
Kata itu memiliki arti: ditarik menjauh. Diseret pergi.
Marta ditarik menjauh dan diseret pergi dari Yesus ke dapur untuk menyiapkan hidangan.
Tahukah Anda,
umumnya Anda tidak bisa ditarik untuk menjauh dari sesuatu yang Anda inginkan.
Marta mau ada di ruangan bersama Yesus.
Marta mau duduk di kaki Yesus.
Tetapi dia tidak bisa.
Setiap kali dia mendengar suara Yesus dari dapur,
ada sesuatu yang menarik dia kembali ke dapur.
Kenapa?
Karena dia tidak bisa duduk diam.
Lalu apa yang terjadi (dan ini akan terjadi kepada kita semua yang tidak bisa duduk diam)...
Akhirnya Marta pun meledak.
Coba perhatikan apa yang dia katakan:
“Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” (Lukas 10:40)
Tiga hal.
1. “Tuhan, tidakkah Engkau peduli…”
Dia menuduh Tuhan tidak mengasihi dia.
2. “saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri.”
Dia mulai membanding-bandingkan.
3. “Suruhlah dia membantu aku.”
Dia memberi perintah kepada Tuhan.
Anda lihat apa yang baru saja terjadi?
Marta mengundang Yesus masuk ke rumahnya sebagai tamu.
Namun, tidak lama setelah itu, dia memberi perintahkepada Yesus.
Inilah buktinya bahwa pelayanan Marta sejak awal bukanlah untuk melayani Yesus.
Lelah dan Bangga
Sebelum kita dengan cepat menghakimi Marta,
coba refleksi, apakah kita sebenarnya seperti Marta?
Yesus berkata kepada Marta:
“Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara.” (Lukas 10:41)
Marta sudah lelah.
Dan di ayat 40 — Marta berkata kepada Yesus: “Suruhlah dia membantu aku.”
Secara bersamaan, Marta juga sudah menjadi sombong.
Ketika nilai dan harga diri Anda harus Anda raih,
maka Anda akan selalu kuatir terhadap orang-orang yang di atasmu,
dan selalu memandang rendah orang-orang yang di bawahmu.
Hanya Makanan
Kenapa Marta bisa meledak seperti itu?
Dia baru saja menuduh Anak Allah tidak mengasihi dia.
Dia baru saja mempermalukan saudaranya Maria di depan para tamu.
Hanya gara-gara soal hidangan?
Yang Marta alami bukanlah kadar kemarahan yang wajar.
Emosi yang dialami itu berlebihan,
artinya hidangan itu bukanlah masalah yang sebenarnya.
Tidak ada orang yang semarah itu hanya soal makanan.
Bagi Marta, ini bukan lagi soal hidangan.
Bagi Marta, ini adalah nilai dan harga dirinya.
Di dalam hatinya, Marta sebenarnya sedang berkata:
Aku dikasihi karena aku dibutuhkan.
Inilah prinsip hidupnya yang sebenarnya.
Dan kita semua tahu prinsip ini.
Itulah sebabnya kita suka ketika orang berkata kepada kita:
● “Tanpa kamu, ini semua pasti nggak jadi.”
● Atau “Karena kamu makanya kita bisa berhasil.”
● “Karena kamu gereja ini berkembang besar.”
Ambil dari dia
Sekarang, mari kita pelajari ayat 40 lebih dalam lagi:
“…sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata…”
Apa yang sedang terjadi disini?
Marta meninggalkan dapur.
Dia menghampiri Yesus.
Bayangkan situasinya…
Maria duduk di dekat kaki Yesus.
Marta berdiri di hadapan mereka,
dan memberi perintah kepada Yesus.
Yang satu sedang mendengarkan Yesus.
Yang satu lagi memberi perintah kepada-Nya.
Marta tidak bisa duduk diam.
Setelah dia menyampaikan keluhannya, lalu dia kembali lagi ke dapur.
Apa yang Marta minta dari Yesus?
“Suruhlah dia membantu aku.”
Marta meminta Yesus untuk menyingkirkan Maria
dari hadirat Tuhan.
Marta sedang meminta Yesus mengambil “bagian” Maria.
Sebenarnya, Marta tidak ingin dibantu.
Kenapa?
Karena kalau Maria bisa duduk di situ,
tidak melakukan apa-apa, tidak berguna bagi siapa pun…
dan tetap dikasihi…
maka runtuhlah seluruh dasar dan prinsip hidup Marta.
Jadi itulah jawaban pertama kita.
Anda tidak bisa duduk diam karena Anda tidak hanya sedang menyiapkan hidangan.
Anda sedang membangun dirimu. Kerajaanmu.
Dan itulah sebabnya Anda juga tidak bisa melihat orang lain duduk diam.
2. Kursi
Sekarang, mungkin Anda berpikir yang kita semua perlukan adalah duduk diam.
Tidak perlu terlalu sibuk dengan banyak hal.
Mungkin ada yang bahkan sudah berpikir…
Mulai besok akan bangun lebih pagi.
Akan cari tempat di rumah untuk duduk diam.
Dan melakukan saat teduh.
Tahukah apa yang Anda sedang lakukan?
Anda berencana untuk bekerja dan berusaha keras untuk duduk diam.
Jangan lakukan itu.
Karena bukan itu yang Yesus katakan di sini.
Yesus tidak pernah menyuruh Marta berhenti bekerja.
Baca ayat 41 dan 42 sekali lagi.
Dan perhatikan apa perintah Yesus kepada Marta.
“Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Lukas 10:41-42)
Apa perintah Yesus?
Apakah Yesus ada berkata “Berhenti sibuk di dapur”?
Apakah Yesus ada berkata “Sini duduk dengan Maria”?
Apakah Yesus ada berkata “hidangan yang kamu siapkan itu tidak penting”?
Tidak ada sama sekali.
Yesus tidak pernah menyuruh Marata untuk berhenti melayani di dapur.
Marta bertanya kepada Yesus tentang Maria.
“…saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri… Suruhlah dia membantu aku.”
Dan jawaban Yesus kepada Marta:
“Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara…”
Marta mengalihkan fokus kepada orang lain.
Tetapi Yesus tidak ijinkan itu,
Yesus mengajak Marta untuk mlihat kepada dirinya sendiri.
Yesus tidak memberi Marta dan Maria tugas baru.
Yesus tidak menyuruh Maria ke dapur.
Dan tidak juga menyuruh Marta untuk duduk.
Yesus tidak mengubah apa pun dalam soal apa yang mereka kerjakan.
Tiga bukti
Kalau Anda pikir saya terlalu memaksa dalam menafsirkan ayat ini,
coba lihat apa yang terjadi sesudah kejadian ini.
#1
Yohanes pasal 12. Yesus berada di jamuan makan berikutnya. Di rumah yang sama.
“Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani…” (Yohanes 12:2)
Marta kembali di dapur! Dia mengerjakan hal yang sama persis.
Artinya Yesus tidak menegur Marta soal pekerjaannya.
#2.
Di dalam injil Lukas,
tepat satu ayat sebelum Marta membuka pintu rumahnya untuk Yesus,
ada kalimat terakhir dari kisah Orang Samaria yang murah hati:
“Pergilah, dan perbuatlah demikian!” (Lukas 10:37)
Pergilah, dan perbuatlah.
Ini tidak kebetulan.
Yesus sama sekali tidak menentang soal pekerjaan atau usaha.
#3.
Perhatikan apa yang Paulus katakan tentang keselamatan dan usaha:
“…tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (Filipi 2:12-13)
Tetaplah kerjakan keselamatanmu — jadi, kerjakanlah. Jangan pasif.
Lalu, Paulus juga berkata:
Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam Anda — Anda berusaha, tetapi bukan dengan kekuatan Anda sendiri.
Ada harapan untuk para Marta
Apa yang terjadi pada keluarga Marta di kemudian hari?
Adiknya, Lazarus, meninggal.
Yesus terlambat datang.
Marta yang sama, yang blak-blakan dan ceplas-ceplos itu,
keluar menemui Yesus, dan berkata begini:
“Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” (Yohanes 11:27)
Saudara tahu siapa yang juga pernah berkata seperti itu?
Petrus.
Hampir persis sama seperti yang apa Petrus katakan.
Ini adalah dua pengakuan yang terbesar tentang Kristus di dalam Perjanjian Baru.
Yang satu, keluar dari mulut Petrus.
Dan yang kedua, dari Marta.
Ini bukti bahwa teguran Yesus kepada Marta berhasil.
Teguran Yesus telah mengubah Marta dari dalam.
Dan jangan lupa, Marta masih tetap bekerja di dapur.
Sekarang, mengapa Anda tidak bisa duduk diam?
Solusinya bukanlah berusaha keras untuk berhenti kerja.
Andai Anda lakukan itu.
Besok pagi Anda bangun lebih awal.
Anda duduk di kursi.
Anda buka Alkitab.
Namun hatimu belum berubah.
Anda sebenarnya tidak duduk diam mendengarkan Tuhan.
Anda hanya menjadikan saat teduhmu menjadi sebuah pekerjaan baru.
Jika Anda berhasil lakukan itu, Anda akan menjadi sombong.
Ironisnya, Anda bisa melakukan saat teduh setiap hari, namun tidak pernah benar-benar memandang keindahan Yesus.
Maria tidak sedang berusaha dengan kekuatannya
Sekarang, perhatikan apa yang Maria lakukan.
“Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya.” (Lukas 10:39)
Lukas tidak pernah memberitahu kita berapa lama Maria duduk dekat kaki Yesus.
Lukas tidak bilang Maria melakukannya setiap pagi.
Lukas hanya berkata Maria terus mendengarkan perkataan-Nya.
Lihat sekali lagi apa yang sebenarnya Yesus puji dari Maria.
“Maria telah memilih bagian yang terbaik.”
Bukan “Maria telah memilih untuk duduk diam.”
Tetapi, Maria memilih bagian yang terbaik. Bagian.
Maria tidak dipuji karena dia berhenti melakukan sesuatu.
Maria dipuji karena dia duduk dan memandang kepada Yesus.
3. Meja
Kita sudah melihat dua jawaban.
1. Anda tidak bisa duduk diam karena sebenarnya Anda tidak hanya sedang menyiapkan hidangan. Anda sedang membangun dirimu sendiri.
2. Anda tidak bisa duduk diam karena Anda akan menjadikan “duduk diam” sesuatu yang harus Anda kerjakan.
Sekarang jawaban yang terakhir.
Yesus adalah tamunya
Kita perlu kembali ke kalimat paling awal dari kisah ini.
“Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.” (Lukas 10:38)
Marta adalah tuan rumah.
Yesus adalah tamu.
Sebagai tuan rumah, Marta yang memegang kendali.
Marta yang menyediakan.
Yesus yang menerima.
Dia yang melayani
Mari kita buka Lukas pasal 22.
Ini adalah Jamuan makan malam terakhir.
Dan Yesus mengajukan sebuah pertanyaan.
“Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah Anda sebagai pelayan.” (Lukas 22:27)
Baca kalimat yang terakhir sekali lagi.
Aku ada di tengah-tengah Anda sebagai pelayan.
Yesus tidak datang untuk dilayani.
Yesus datang untuk melayani Anda.
Jadi perhatikan Marta sekali lagi.
Marta sibuk di dapur,
hatinya sangat marah,
sementara dia sedang menyiapkan hidangan untuk Yesus.
Marta berpikir dia sedang menjamu Yesus.
Padahal sebenarnya Yesus datang untuk menjamu dia.
Yesus sedang menuju ke mana?
Tahukah Anda di dalam Lukas pasal 10 ini, Yesus sedang ada di mana?
Yesus ada di sebuah perjalanan menuju Yerusalem.
Lihat pasal 9:51:
“Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem.” (Lukas 9:51)
Yesus sedang berjalan menuju kematian-Nya.
Namun, Yesus singgah dahulu di sebuah kampung dalam perjalanan itu.
Seorang perempuan bernama Marta membuka pintu untuk-Nya.
Yesus pun masuk dan duduk di rumahnya.
Apa yang Marta lakukan?
Dia sibuk di dapur.
Marta sibuk menyiapkan hidangan bagi Yesus.
Sedangkan Yesus sedang berjalan menuju kayu salib.
Untuk apa?
Untuk menyiapkan hidangan bagi Marta.
Hidangan dari tubuh dan darah-Nya.
Di perjamuan terakhir, Yesus berkata:
“Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu.” (Lukas 22:19)
Bagian
Apa arti dari kata “Bagian” yang diambil oleh Maria?
Kata ini bukan soal makanan.
Kata ini adalah tentang tanah.
Daud berkata:
“Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisankudan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai; ya, milik pusakaku menyenangkan hatiku.” (Mazmur 16:5-6)
“Bagian” berbicara soal sebidang tanah milik Anda.
Dan Daud berkata, “bagian” itu adalah Tuhan.
Jadi ketika Yesus berkata, “Maria telah memilih bagian yang terbaik” —
itu tidak berarti Maria memilih kegiatan yang lebih baik.
Tapi artinya, Maria telah memilih Yesus.
Yang Tidak bisa diambil
Marta berkata kepada Yesus: Ambil bagian itu dari Maria.
Dan dengarkan jawaban Yesus:
“Bagian itu tidak akan diambil dari padanya.” (Lukas 10:42)
Tidak akan.
Aku tidak akan mengambilnya dari dia.
Dan tidak ada apapun atau seorangpun yang bisa mengambilnya.
Maria sedang memandang Yesus yang datang untuk melayani dia.
Maria tidak sedang bermalas-malasan.
Maria sedang diberi makan.
Dan Maria menikmati hidangan yang disediakan.
Jawaban ketiga
Jadi, kenapa Anda tidak bisa duduk diam?
Karena Anda tidak membiarkan Yesus untuk melayani Anda.
Beberapa tahun kemudian, di ruang atas, Yesus berlutut di depan para murid sambil memegang handuk.
Dan Petrus berkata kepada Yesus:
“Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” (Yohanes 13:8)
Yesus menjawab:
“Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.” (Yohanes 13:8)
Tidak mendapat bagian dalam Aku.
Anda tidak bisa mendapatkan bagian dalam-Nya dengan cara bekerja lebih keras.
Anda hanya bisa mendapatkannya dengan membiarkan Yesus membasuh Anda.
Penutup
Bagaimana caranya Yesus dapat menjadi bagian kita?
Di atas salib, milik Yesus diambil.
“membuang undi untuk membagi pakaian-Nya” (Lukas 23:34).
Mereka sedang membagi-bagi bagian-Nya.
Segala yang Yesus miliki. Diambil dari-Nya.
Tetapi bukan itu harga yang sesungguhnya yang Yesus bayar.
Dengar seruan Yesus:
“Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46)
“Allah-Ku.”
Bapa di surga adalah bagian-Nya.
Dan di atas kayu salib Yesus ditinggalkan oleh Bapa.
Kenapa?
Karena dosa saudara dan saya.
Karena kita tidak bisa tinggal diam.
Karena kita selalu sibuk membangun kerjaan kita.
Saudara lihat pertukaran yang terjadi di atas kayu salib?
Di kayu salib Yesus berseru “Allahku, Allahku”
Hari ini Dia panggil namamu.
Karena Yesus telah kehilangan bagian-Nya,
Anda bisa memiliki Dia sebagai bagian Anda.
Segala milik Yesus dilucuti dari-Nya,
supaya tidak ada satu pun yang bisa dilucuti dari Anda.
Anda mungkin berpikir:
Anda tidak kenal saya.
Anda tidak tahu apa yang sudah saya lakukan.
Mana mungkin Yesus bisa menjadi bagianku?
Perhatian cara Yesus berbicara kepada Marta, yang baru saja menuduh dan memberi perintah kepada-Nya.
Yesus memanggilnya:
“Marta, Marta.”
Dua kali Yesus sebut namanya.
Ini adalah cara seseorang berbicara kepada orang yang dikasihi.
Yesus tidak kesal, apalagi marah.
Sebagian dari Anda datang ke sini dengan penuh lelah.
Yesus tidak jijik terhadapmu.
Justru sebaliknya, Yesus menginginkan Anda.
Sebagian dari Anda datang ke sini dengan keangkuhan.
Dan pagi ini, Yesus menyebut namamu dua kali.
Kembali ke cerita saya di awal tadi tentang perintisan gereja di Melbourne…
Sampai hari ini saya masih sering menjamu tamu di rumah saya.
Hampir setiap minggu.
Tetapi saya tidak lagi melakukannya untuk membangun jati diri saya.
“Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
Tidak akan diambil dari Maria.
Dan tidak juga dari Anda.
Untuk itu, duduklah dekat Yesus.
Biarlah Dia membasuh Anda.
Mari kita berdoa.
Discussion questions:
- Apa yang paling berkesan bagi Anda dari khotbah ini?
- Dalam cara apa Anda sering kali sibuk seperti Marta? Mengapa?
- Mengapa menurut Anda sangatlah susah bagi Anda untuk menjadi seperti Maria?
- Bagaimana Injil memampukan Anda untuk memilih bagian yang terbaik?
