Bersukacitalah Karena Nama Anda Tercatat di Surga
“Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,” Lukas 9:51.
Yesus sedang dalam perjalanan ke Yerusalem. Mengapa pergi ke Yerusalem? Karena Yesus menuju kematian-Nya di Salib, Bangkit dan Terangkat ke Surga.
Lukas 10:1-20.
1 “Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
2 Kata-Nya kepada mereka: ”Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.
5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah:
11 Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.
12 Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.”
13 Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
14 Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
15 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!
16 Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”
17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: ”Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.”
18 Lalu kata Yesus kepada mereka: ”Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”
I. Undangan Yesus
“Undangan Yesus bagi setiap murid-Nya dan bagaimana undangan ini akan membakar kehidupan Kekristenan kita yang mungkin sudah pudar."
1. Kita perlu berdoa agar Tuhan kirim para pekerja - Lukas 10:2
“Kata-Nya kepada mereka: ”Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”
2. Bahaya dan kesulitan dalam misi - Lukas 10:3
“Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.”
3. Mempercayai pemeliharaan Tuhan - Lukas 10:4-5
4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.
5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
4. Pesan dari misi - Lukas 10:9
“dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.”
5. Penolakan terhadap misionaris - Lukas 10:10-11
10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah:
11 Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.
II. Mengapa setiap orang Kristen adalah misionaris?
l Misi bukanlah program buatan manusia atau sekedar kegiatan gereja.
l Misi adalah natur Tuhan sendiri yang melawat umatNya (Missio Dei).
l Kabar baiknya adalah bahwa Allah tidak meninggalkan dunia (termasuk anda dan saya) yang rusak ini, melainkan mengutus anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus untuk menebus dan memulihkan kita.
Yesus berkata, “Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia” Yohanes 17:18.
l Menjadi misionaris bukanlah panggilan khusus bagi sebagian kecil orang yang pergi ke pedalaman.
l Selama kita adalah orang Kristen yang telah menerima Injil, pengutusan adalah identitas kita yang melekat.
l Melalui salib, Kristus menyelamatkan kita keluar dari dosa, untuk kemudian mengutus kita kembali ke dalam dunia sebagai saksi-Nya.
Menjadi misionaris tidak selalu berarti mengubah profesi kita, melainkan mengubah tujuan dari profesi dan rutinitas kita.
Kesibukan tanpa misi menghasilkan hidup tanpa arti sedangkan kesibukan karena misi menghasilkan hidup yang berarti.
Melangkahlah dengan kesadaran penuh bahwa dimanapun kita berada, kita adalah utusan Kerajaan Allah yang hidup bagi kemuliaan-Nya.
l Seringkali kita mengkotak-kotakkan kehidupan iman kita: ada orang Kristen “biasa” dan ada misionaris yang melayani di tempat jauh.
l Misi bukanlah jabatan bagi segelintir orang, melainkan identitas mutlak dari setiap orang yang telah ditebus oleh Injil.
Kita tidak perlu pergi ke ujung bumi untuk menjadi utusan Kristus.
Dunia tempat kita diutus bukanlah tempat yang asing, melainkan realitas hidup kita sehari-hari.
Tempat kerja dan kuliah, meja makan, keluarga, interaksi digital dan lingkaran pertemanan kita adalah ladang misi yang Tuhan percayakan.
Di dalam Kristus, kita telah dimampukan dan ditopang untuk menyatakan kebenaran serta kasih-Nya.
Kita diutus untuk menyatakan kebenaran, mempraktekkan keadilan dan membagikan kasih karunia di mana Tuhan menempatkan kita saat ini.
Ia mengutus kita agar dunia melihat kemuliaan-Nya melalui hidup kita.
III. Sukacita Setelah Misi
17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: ”Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.”
18 Lalu kata Yesus kepada mereka: ”Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”
Sekarang kita tahu bahwa setiap kita dipanggil untuk melakukan misi Tuhan.
Apa yang memotivasi kita untuk melakukan misi?
Yesus berkata bersukacitalah karena namamu sudah terdaftar, tercatat di surga. Ini yang mendorong kita untuk melakukan misi Tuhan.
Bagaimana kita tau nama kita tercatat di surga?
Karena sebelum Yesus mengutus kita melakukan misi, Dia sudah terlebih dahulu menjadikan kita misi-Nya.
Yesus datang ke dunia melakukan misi terbesar......
Pada waktu kita tahu apa yang Yesus sudah lakukan untuk kita dan harga yang Dia harus bayar sewaktu Dia menjadikan kita misi-Nya, inilah sukacita terbesar yang kita alami.
Sukacita ini yang terus mendorong dan memampukan kita untuk melakukan misi Tuhan dalam hidup kita.
l Kita melakukan misi karena Kristus sudah terlebih dahulu menjadikan kita misi-Nya.
l Kita melakukan misi bukan karena keharusan tetapi karena sukacita.
l Kita dapat berpatisipasi dalam karya keselamatan Tuhan, dalam hidup orang lain sebagaimana Yesus sudah menyelamatkan kita.
Kesimpulan: Apa yang membawa sukacita bagi anda?
l Nama anda tercatat di Sorga.
l Anda akan berada dalam kekekalan di Sorga.
l Anda akan melihat Yesus, muka dengan muka.
Discussion questions:
- Apa yang paling berkesan bagi Anda dari khotbah ini?
- Menurut Anda, mengapa sangat penting bagi Anda untuk mengambil bagian dalam misi Allah?
- Hal apa saja yang bisa Anda lakukan untuk menjadi misionaris dalam kehidupan Anda?
- Bagaimana sukacita Injil mendorong dan memampukan Anda untuk menghidupi misi Allah?
