Iman Tidak Pernah Terpisah Dari Pergumulan
1 Petrus 1:3-9.
“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu yaitu keselamatan jiwamu.”
1 Petrus 1:7.
“Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu - yang jauh lebih
tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga
kamu memperoleh puji-pujian, kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus
menyatakan diri-Nya”
Rasul Petrus menegaskan bahwa iman dimulai dari anugerah Allah: “yang karena rahmat- Nya yang besar telah melahirkan kita kembali” (ayat 3).
- Iman yang dilahirkan oleh anugerah bukan iman yang statis.
- Seperti kehidupan baru itu sendiri, iman harus bertumbuh, dimurnikan dan menuju kedewasaan.
Dalam 1 Petrus, kelahiran baru bukan hanya perubahan status rohani tetapi awal dari suatu proses pembentukan kehidupan iman yang berlangsung terus sampai akhir hidup orang percaya. Di sinilah pemurnian iman mendapat tempat yang sangat penting.
Iman Harus Dimurnikan
- Karena iman yang berasal dari anugerah harus bertumbuh menuju kedewasaan dan kesempurnaan.
- Alkitab tidak pernah mengajarkan iman yang berhenti pada titik awal.
- Walaupun iman adalah pemberian Allah, iman itu tidak dimaksudkan untuk dibiarkan tanpa proses.
- Justru iman sejati akan diarahkan Allah menuju bentuk yang matang dan autentik.
Allah memakai penderitaan untuk membawa iman kepada kualitas yang dewasa dan teruji.
Hal ini ditegaskan di ayat 7 bahwa iman diuji “untuk membuktikan kemurniannya.”
Kata Yunani “dokimion” menunjuk pada proses pengujian yang menghasilkan sesuatu
yang telah terverifikasi dan layak dipercaya.
Martin Luther juga menegaskan bahwa iman yang tidak pernah diuji akan mudah berubah menjadi kepercayaan diri, religius bukan kepercayaan sejati kepada Allah.
Tujuan pemurnian ini ditegaskan dengan jelas pada ayat 9: “tujuan imanmu yaitu keselamatan jiwamu.”
Keselamatan di sini bukan hanya awal keselamatan (pembenaran) tetapi penyempurnaan iman hingga akhir (kemuliaan).
- Yang dimurnikan adalah iman yang telah dianugerahkan Allah, namun masih berada dalam proses pertumbuhan.
- Hal ini menegaskan bahwa iman tidak pernah terpisah dari pergumulan.
- Iman orang percaya harus “dilatih” melalui ujian bukan iman yang dibiarkan tanpa proses.
Petrus menegaskan beberapa hal sbb:
- Iman itu nyata: lahir dari kelahiran baru (ayat 3)
“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
- Iman itu hidup: berakar pada pengharapan (ayat 4–5)
4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.
5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.
- Namun iman itu masih perlu dibuktikan kemurniannya (ayat 7)
“Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”
Dengan kata lain, yang dimurnikan bukan iman palsu, melainkan iman yang masih bercampur dengan ketakutan, kepentingan diri sendiri (ego) dan ketergantungan pada hal- hal duniawi.
Pemurnian bukan membatalkan iman tetapi membersihkannya dari campuran yang menghambat pertumbuhannya.
Iman Dimurnikan:
1. Melalui pencobaan yang diizinkan Allah.
Petrus menyebut pencobaan sebagai sesuatu yang “seketika” dan “perlu”
6 “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan”.
Ini menegaskan bahwa penderitaan orang percaya bukan kebetulan, melainkan bagian dari rencana pemurnian Allah.
2. Dengan hidup dalam pengharapan kebangkitan Kristus.
Pengharapan orang percaya berakar pada kebangkitan Yesus.
3 “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan”,
Kebangkitan Kristus memberi makna eskatologis pada penderitaan: penderitaan bukan akhir cerita melainkan bagian dari perjalanan menuju kemuliaan.
3. Dengan mengasihi dan mempercayai Kristus sekalipun tidak melihat.
Ayat 8 menggambarkan iman yang matang: percaya tanpa melihat.
Karl Barth menegaskan bahwa iman Kristen bukan respons terhadap bukti visual tetapi
ketaatan kepada pewahyuan Allah dalam Kristus.
8 “Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,”
Seperti benih unggul yang diberikan kepada petani - benih itu adalah anugerah. Namun tanpa proses tanah, air, panas dan waktu, benih itu tidak akan menghasilkan apa pun. Demikian juga iman: anugerah Allah yang harus melewati proses agar mencapai tujuannya.
KESIMPULAN
- Iman lahir dari anugerah tetapi iman bertumbuh melalui pemurnian.
- Para rasul dan para teolog sepakat: Iman pasti diuji
- Iman yang diuji akan dimurnikan
- Iman yang dimurnikan akan didewasakan.
Allah tidak sedang menghancurkan iman anda melalui pencobaan atau pemurnian; IA sedang menyempurnakannya sehingga layak menyambut kemuliaan Kristus pada hari IA menyatakan diri-Nya.
