Rock Church Logo

The year of decision - Tahun keputusan

Sermon by: Ps. Lydia Yusuf
18 January 2026

“Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk” Ulangan 11:26.

 

l  Ungkapan yang sering diucapkan adalah “hidup itu adalah pilihan”. 

l  Sebenarnya hidup merupakan serangkaian pilihan dari keputusan yang diambil. 

l  Setiap keputusan kecil yang dibuat, ternyata ikut membentuk puzzel  kehidupan di masa depan. 

 

Ketika Tuhan mengingatkan bangsa Israel melalui Musa bahwa di hadapan mereka hari itu, ada berkat dan kutuk; keputusan mereka untuk memilih salah satu hal tersebut, akan memberi dampak yang signifikan dalam kehidupan mereka.

 

26 “Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: 

27 berkat, apabila kamu mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;

Ulangan 11:26-27.

 

Pilihan yang dimaksud adalah mengikuti perintah Tuhan dan hidup dalam berkat-Nya atau menolak-Nya dan hidup dalam kutuk.

 

l  Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu membuat keputusan untuk memilih melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

l  Keputusan apa’pun yang diambil haruslah berdasarkan Firman Tuhan (pilihan untuk hidup dalam Kebenaran dan kasih Tuhan).

 

Sebagian orang merasa aman memainkan peran “delegasi” melimpahkan tanggung jawab mengambil keputusan kepada pihak lain atau menggunakan cara mencuci tangan seperti Pontius Pilatus.

Namun memutuskan memilih hidup dalam kebenaran Firman dan mengikuti perintah-Nya adalah keputusan pribadi yang sangat penting, yang berkaitan dengan arah hidup kita.

 

Keputusan yang berdasar ketaatan kepada Firman Tuhan bukan karena bisa memilih atau tidak tetapi karena kita senantiasa memiliki kebebasan untuk memilih menyenangkan hati Tuhan atau mendukakan hati Tuhan. 

Dalam hidup yang penuh pilihan ini, setiap hari kita diberi kesempatan untuk memilih, baik dalam hal kecil maupun besar dan setiap keputusan yang dibuat haruslah didasari oleh ketaatan kita kepada Firman Tuhan.

l  Marilah kita merenungkan kembali pilihan yang sudah dan yang akan kita buat, sudahkah kita memilih hidup dalam kebenaran Firman Tuhan dan Kasih Tuhan?

l  Setiap keputusan pilihan mencerminkan ke’intim-an kita dengan Tuhan - Lukas 10:42 “tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” 

l  Hidup adalah pilihan dan Tuhan memberi kebebasan untuk memilih, maka kita haruslah membuat keputusan yang benar; memilih untuk hidup sesuai Firman Tuhan - Mazmur 119:105 “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

 

“Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silahkan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah” Kisah Para Rasul 4:19.

 

“Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” Yosua 24:15.

 

Marilah kita memilih untuk mengikuti perintah Tuhan dan hidup dalam berkat-Nya.

 

Gilgal dan Golgota memiliki akar kata Ibrani yang sama yaitu "galal", yang berarti "rolled away" atau "menggulingkan dan menjauhkan".

 

Apa yang terjadi di dua tempat ini?

Gilgal adalah perkemahan pertama bangsa Israel setelah menyeberangi sungai Yordan. Ini bukanlah medan perang tetapi tempat persiapan untuk masuk ke dalam Tanah Perjanjian.

 

Di Gilgal oang-orang Israel disunat - Yosua 5:2–7.

2 “Pada waktu itu berfirmanlah Tuhan kepada Yosua: ”Buatlah pisau dari batu dan sunatlah lagi orang Israel itu, untuk kedua kalinya.”

3 Lalu Yosua membuat pisau dari batu dan disunatnyalah orang Israel itu di Bukit Kulit Khatan.

4 Inilah sebabnya Yosua menyunat mereka: semua orang yang keluar dari Mesir yakni yang laki-laki, semua prajurit, telah mati di padang gurun di tengah jalan, setelah mereka keluar dari Mesir.

5 Sebab semua orang yang keluar dari Mesir itu telah bersunat tetapi semua orang yang lahir di padang gurun dalam perjalanan sejak keluar dari Mesir, belum disunat.

6 Sebab empat puluh tahun lamanya orang Israel itu berjalan melalui padang gurun, sampai habis mati seluruh bangsa itu yakni prajurit yang keluar dari Mesir, yang tidak mendengarkan firman Tuhan. Kepada mereka itu Tuhan telah bersumpah bahwa Ia tidak akan mengizinkan mereka melihat negeri yang dijanjikan Tuhan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

7 Tetapi anak-anak mereka yang telah dijadikan-Nya ganti mereka, mereka itulah yang disunat Yosua sebab mereka belum bersunat karena mereka tidak disunat dalam perjalanan.”

 

Saat itu sunat berarti mereka "disunat" dari cela Mesir atau paradigma perbudakan Mesir.

l  Mereka adalah bangsa Israel yang lahir di padang gurun dan menerima paradigma perbudakan.

l  Mereka hidup dengan mentalitas budak dan tidak siap untuk mengelola Tanah Perjanjian.

l  Itu sebabnya orang tua mereka tidak diperbolehkan masuk ke Tanah Perjanjian.

 

Identitas Mesir patut disingkirkan, mereka harus diperbarui sebelum mereka bisa mengelola Tanah Perjanjian.

Mentalitas budak tidak akan pernah bisa mengelola dengan baik dan benar.

l  Gilgal adalah tempat di mana Allah menyingkirkan masa lalu sehingga Israel dapat melangkah ke masa depan mereka.

l  Gilgal melambangkan pemutusan kehidupan lama, pembaharuan pikiran dan juga kematian identitas lama.

 

Ribuan tahun setelah peristiwa di Gilgal, Yesus disalibkan dan dikuburkan di area Golgota. Golgota memiliki arti kata yang serupa dengan Gilgal yaitu "galal" artinya menggulingkan dan menjauhkan.

 

Lukas 24:2 “Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu”.

Setelah Yesus mati dan dikuburkan, ayat tersebut menjelaskan bahwa batu di kubur Yesus sudah terguling.

Kata terguling adalah "rolled away" atau terguling dan dijauhkan.

 

Di Gilgal, mentalitas perbudakan Mesir disingkirkan.

 

Di Golgota, mentalitas perbudakan dosa disingkirkan.

l  Bukan hanya itu saja, hukuman atas dosa juga dihapus.

l  Golgota adalah tempat di mana Yesus menanggung dosa, rasa malu dan kutukan kita.

l  Di Golgota, celaan iblis tentang masa lalu kita dibungkam sekali untuk selamanya.

 

Persamaan antara Gilgal dan Golgota, keduanya adalah tempat pemutusan.

Di Gilgal terjadi sunat fisik - Yosua 5:3 “Lalu Yosua membuat pisau dari batu dan disunatnyalah orang Israel itu di Bukit Kulit Khatan”.

Di Golgota terjadi sunat rohani melalui Kristus - Kolose 2:11 “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,”

Gilgal memotong daging;

Golgota memotong kuasa dosa.

 

Kedua tempat ini merupakan transisi:

l  Gilgal, dari padang gurun ke Tanah Perjanjian.

l  Golgota, dari kematian kepada kehidupan kekal bersama Kristus.

l  Gilgal mempersiapkan Israel untuk memiliki Tanah Perjanjian,

l  Golgota mempersiapkan orang percaya untuk memiliki keselamatan.

 

Allah masih memanggil umat-Nya untuk melepaskan identitas lama dan menerima karya kasih karunia.

2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

 

Mempercayai karya Kristus yang telah selesai, seperti seorang ahli bedah yang harus memotong jaringan yang sakit untuk menyelamatkan nyawa dan Tuhan menggunakan:

l  Gilgal untuk menghilangkan mentalitas perbudakan masa lalu 

l  Golgota untuk menghilangkan apa yang memisahkan kita dari DIA selamanya.

 

Pemotongan itu menyakitkan tetapi penyembuhannya mulia.

 

Disunat secara fisik itu menyakitkan, bertobat dan meninggalkan kehidupan lama juga menyakitkan, namun hasilnya kemerdekaan di dalam Kristus Yesus.